Assalamu’alaikum ya sohib….
Membuka salam dari hati…
Semoga rahmat tercurah pada semua insan yang masih mengingatNya….
Sejahteralah kita atas bimbingan nur yang agung…
Dan atas Nya kenikmatan dan keberkatan melimpah di dunia…
Salam….salam…dan salam….
Begitu mudah aksara itudi eja lantas dibunyikan
Pada setiap ruang dengar manusia…
Begitu sederhana kalimat itu menyentuh…
Pada setiap ruang hati manusia….
Salam…salam…dan salam…
Ia adalah Tutur Tinular kebajikan insan
Yang selalu memuliakan kesantunan dan kesopanan..
Ia mewakili kearifan yang seolah tak pernah berhenti mengeja waktu…
Yang selalu mendamaikan angkara murka dan durjana…
Ia adalah kesakihan ketentraman hati….
Tetapi jaman lah yang kemudian mengubur kalimat itu hanya menjadi deretan aksara tanpa makna…
Ia tidak lebih dari sekedar kata-kata…
Salam sudah tak lagi manjur menyapa langkah-langkah keblinger..
Salam sudah tak lagi manjur dijadikan japa mantra…
Salam sudah tak lagi manjur mendamaikan hati…
Salam sudah tak lagi manjur merangkai persaudaraan…
Salam sudah mati…..terkubur dengan kedengkian yang kian perkasa di bumi manusia..
Salam tak mampu lagi menyemai cinta…
Salam tak mampu lagi menandur sayang..
Karena salam tak lagi keluar dari hati…
Garut – Pameungpeuk, 9 Mei 2010
— nocturno thinks —